
Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) atau Stimulasi Magnetik Transkranial adalah teknik terapi yang menggunakan medan magnet untuk merangsang aktivitas otak untuk mengobati depresi. Terapi ini digunakan bila obat antidepresan dan psikoterapi belum memberikan hasil optimal, tidak dapat diberikan,dan kebutuhan hasil terapi yang lebih cepat.
Keunggulan TMS:
- Tidak memerlukan anestesi, sayatan, atau prosedur pembedahan
- Tidak memiliki efek samping di tubuh seperti yang sering dialami pada obat anti depresi
- Tidak menyebabkan gangguan memori dan konsentrasi
- Pasien dapat langsung mengemudi atau kembali bekerja setelah sesi
Indikasi TMS:
Tidak hanya untuk penyakit saraf, TMS dapat digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan mental.
TMS memberikan pendekatan baru dengan otak sebagai target utama terapi, tanpa harus melalui proses panjang seperti terapi pengobatan.
Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan TMS antara lain:
- Gangguan depresi mayor
- Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
- Penghentian kebiasaan merokok atau kecanduan lainnya
- Alzheimer
- Gangguan bipolar
- Borderline Personality Disorder (BPD)
- Nyeri kronis
- Gangguan makan
- Tremor
- Fibromialgia
- Parkinson
- Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
- Skizofrenia
- Tinnitus
- Cedera otak traumatis
