HUT 12 RSUD Prambanan DWADASA Dua Belas Tahun Melayani, Mewujudkan Masyarakat Sehat

HUT 12 RSUD Prambanan DWADASA Dua Belas Tahun Melayani, Mewujudkan Masyarakat Sehat

Senin (3/1) RSUD Prambanan menggelar acara tasyakuran dalam rangka hari ajdi ke 12. Acara tersebut sekaligus meresmikan gedung laboratorium. Acar dihadiri oleh jajaran manajement dan perwakilan pegawai masing- masing unit RSUD Prambanan. Di ulangtahun ke 12 ini, RSUD Prambanan mengambil tema DWADA yang berarti dua belas dengan akronim Dua Belas Tahun Melayani, Mewujudkan Masyarakat Sehat. Hal ini sejalan dengan tekad civitas hospitalia RSUD Prambanan untuk konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam acara tersebut, Wisnu Murti Yani, Direktur RSUD Prambanan mengatakan dalam usia 12 tahun ini, RSUD prambanan harus siap berbenah diri dalam melayani masyarakat didukung dengan peningkatan fasilitas sarana prasarana, kedisiplinan pegawai, dan juga peningkatan keramahan pelayanan. Dalam upaya mewujudkan visi Menjadi Rumah Sakit Pilihan Pertama dan Utama Masyarakat, RSUD prambanan siap memberikan pelayanan lebih baik lagi  ditunjang dengan penambahan sarana seperti gedung baru Laboratorium dan beberapa layanan klinik spesialis. Diharapkan, dapat memberikan kenyamanan kepada pengunjung terutama pada pelayanan front office yang sering padat.

Pada kesempatan ini, Tri susanto, Ketua Hut 12 RSUD Prambanan menyampaikan rangkaian hari jadi tersebut, dimulai dengan potong tumpeng, pemebagian nasi kuning kepada seluruh pegawai dan pengunjung rumah sakit. Dilanjutkan dengan donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2022 dengan sasaran masyarakat umum, lomba video reels tentang testimonin pelayanan rumah sakit serta seminar kesehatan yang rencana akan dilaksanakan pada bulan Februari 2022

RSUD Prambanan Adakan Medical Check Up untuk Seluruh Civitas Hospitalia

RSUD Prambanan Adakan Medical Check Up untuk Seluruh Civitas Hospitalia

RSUD Prambanan menyelenggarakan Medical Check Up (MCU) bagi seluruh civitas hospitalia selama 6 hari pada tanggal 15-20 November 2021 dan diikuti oleh 368 orang.

Ini merupakan agenda rutin tahunan yang berupa suatu rangkaian pemeriksaan kesehatan untuk melakukan deteksi dini terhadap suatu penyakit guna mencegah pembiayaan kesehatan jangka panjang. MCU juga dapat meningkatkan loyalitas pegawai yang berpengaruh langsung pada peningkatan kinerja pegawai.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Prambanan, Maryadi, SKM, MMR menyampaikan bahwa partisipasi karyawan pada MCU ini bagus sekali. “Pegawai yang tidak mengikuti MCU hanyalah yang sedang menjalani cuti melahirkan, dan akan segera mengikuti MCU saat mereka masuk kembali nanti. Untuk hasil MCU ini secara keseluruhan sudah dibuat resume oleh dokter umum. Ada rekomendasi yang diberikan untuk tindak lanjut dari hasil pemeriksaan kesehatan ini,” kata Maryadi di RSUD Prambanan, Senin (22/11/2021).

Tujuan diselenggarakannya MCU ini adalah untuk memeriksa kesehatan karyawan secara menyeluruh sehingga diharapkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan dapat terdeteksi dengan dini. Selain itu melalui tes ini sekaligus berguna juga untuk merencanakan metode penanganan dan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang.

Terdapat beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dijalankan oleh karyawan meliputi: pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan laboratorium, rongent, dan swab antigen. Sebelum menjalani kegiatan MCU, terlebih dahulu karyawan diwajibkan untuk berpuasa selama kurang lebih 10 jam.

Maryadi menambahkan, secara umum hasil pemeriksaan para pegawai ada dalam kriteria baik dan tidak terdeteksi adanya penyakit yang perlu tindak lanjut jangka panjang dan serius. Sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium terdeteksi adanya resiko Hiperlipidemia yang ditunjukkan oleh peningkatan kolesterol pada beberapa pegawai. Hal ini juga ditunjang oleh hasil penghitungan IMT (Indeks Masa Tubuh) sebagian besar pada berat badan berlebih cenderung pada kriteria obesitas. Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat memacu pegawai untuk memperbaiki pola hidup sehat.

Gunakan Alkes Bebas Merkuri, RSUD Prambanan Terima Penghargaan dari Kemenkes

Gunakan Alkes Bebas Merkuri, RSUD Prambanan Terima Penghargaan dari Kemenkes

Prambanan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak menggunakan alat kesehatan bermerkuri tahun 2021.

Direktur RSUD Prambanan, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc menyatakan bangga dengan pencapaian ini. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh civitas RSUD Prambanan yang berhasil menjalankan kebijakan pemerintah untuk tidak memakai alkes bermerkuri. Kami berkomitmen untuk tidak menggunakan alkes bermerkuri sehingga kelestarian alam akibat pencemaran pemakaian merkuri dan kemudian bahaya SDM kita akibat paparan merkuri bisa kita hindari,” ujar dr. Wisnu Murti Yani di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (16/11/2021).

Pemberian penghargaan ini didasarkan pada komitmen pimpinan, dan fasyankes sudah 100% tidak menggunakan alkes bermerkuri. Alat kesehatan dan bahan bermerkuri dari kegiatan kesehatan yang dilakukan penghapusan adalah termometer, sfigmomanometer (alat ukur tekanan darah), dan dental amalgam.

Merkuri merupakan bahan berbahaya dan beracun yang menjadi saat ini sudah menjadi isu internasional. Dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat merkuri antara lain adalah kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, paru-paru, khususnya dampak terhadap janin berupa kelumpuhan otak, gangguan ginjal, sistem syaraf, menurunnya kecerdasan, cacat mental, serta kebutaan.

Undang-Undang Nomor 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata Mengenai Merkuri mengatur tata kelola merkuri yang harus dilakukan oleh negara pihak yang mengikuti Konvensi Minamata untuk melindungi kesehatan dan lingkungan. Partisipasi aktif Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan peraturan ini adalah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2019 tentang Pengurangan dan Penghapusan Merkuri baru saja dikeluarkan pada bulan April 2019.

Untuk bidang kesehatan, sektor utama dalam penghapusan merkuri diarahkan pada alat kesehatan bermerkuri dimana ditargetkan 100% fasilitas pelayanan kesehatan sudah tidak lagi menggunakannya pada akhir tahun 2020.

“Kita merujuk pada peraturan tersebut mulai tahun 2020 sesuai arahan Dinas Kesehatan untuk mendaftarkan seluruh alkes bermerkuri untuk dilakukan pemusnahan, sejak itu kami sudah menggantikan semua alkes tersebut dengan yang bebas merkuri,” pungkas dr. Wisnu.

 

5 Tahun PERSADIA RSUD Prambanan, Menumbuhkan Mental Positif bagi Penderita Penyakit Diabetes

5 Tahun PERSADIA RSUD Prambanan, Menumbuhkan Mental Positif bagi Penderita Penyakit Diabetes

Memperingati 5 tahun usianya, PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) RSUD Prambanan mengadakan senam masal dan seminar kesehatan di Lava Bantal, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Minggu (14/11/2021). Acara ini dihadiri kurang lebih 100 orang yang terdiri dari civitas hospitalia RSUD Prambanan, serta pengurus dan anggota PERSADIA RSUD Prambanan yang didominasi oleh para lanjut usia lansia warga sekitar.

Direktur RSUD Prambanan, dr. Wisnu Murti Yani,M.Sc dalam yang membuka acara ini menyatakan memberikan apresiasi kepada anggota PERSADIA yang penuh semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini. dr. Wisnu juga berpesan untuk selalu berpikir positif agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Apa yang disampaikan oleh dr. Wisnu ini senada dengan yang disampaikan DR. dr. Probosuseno, SpPD-KGer, FINASIM, SE, MM, dari KSM Geriatri RSUP Dr Sardjito saat memberikan materi Tips Agar Kuat Bahagia Meski Menyandang Beberapa Penyakit.

DR. dr. Probosuseno sangat menekankan pentingnya rasa bersyukur. “Setiap hari kita melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang kita nilai baik bagi kita saat itu. Ada yang teraih, kemudian dalam jangka waktu tertentu, tapi ada juga yang merasa tidak nikmat, kecewa, kemudian bergerak lagi mencari yang dinilai lebih baik saat itu. Seterusnya sering begitu. Sampailah saatnya kita merasa nikmat di suatu titik bahwa bahagia itu adalah kepandaian kita mensyukuri yang ada dan menikmati yang telah dimiliki,” kata DR. dr. Probosuseno.

Selain materi geriatri dari DR. dr. Probosuseno, materi lainnya yang diberikan kepada anggota PERSADIA adalah Terapi Latihan Pada Pasien Diabetes Melitus oleh Noviyanti Ratih Kumala Dewi, AMF, Fisioterapis RSUD Prambanan, dan Mencegah Depresi dan Cemas pada Penderita Diabetes oleh dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ, dokter spesialis kesehatan jiwa dari RSUD Prambanan.