
Kembali membanggakan, RSUD Prambanan meraih prestasi gemilang dibidang kesehatan melalui kedua tenaga kesehatannya yaitu Qathrin Nada dan Dwi Nartani. Hal ini diraih atas kerja keras mereka membangun pengembangan layanan melalui inovasi yang diinisiasi. Insulin dan Eco-Cling menjadi pioneer inovasi kesehatan RSUD Prambanan ditahun 2025. hal ini telah dinilai melalui beberapa tahapan mulai dari presentasi hingga tinjauan langsung.
Inovasi Edukasi Diabetes Mellui Aplikasi Berbasis Android ( Insulin) merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Qathrin Nada ( Perawat) yang nerupakan aplikasi dengan fungsi membantu pasien dalam mengakses informasi tentang perawatannya secara berkelanjutan dan memudahkan perawat dalam penyampaian informasi kesehatan pada penderita diabetes. Inovasi ini terbukti menjadi salah satu strategi yang efekif dalam penanganan Diabetes Mellitus khususnya di RSUD Prambanan dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan penderita diabetes, penurunan kadar gula darah, serta peningkatan perilaku kontrol kesehatan secara rutin.
Sedangkan di profesi lain yaitu tenaga kesehatan lingkungan, Dwi Nartani menginisiasi inovasi eco-cling. Inovasi Eco Enzyme Cairan Alamai untuk Desinfektan Ramah Lingkungan ( Ecocling) ini merupakan wujud implementasi “Dari Alam Kembali ke Alam”. Inovasi “ ini telah memberikan banyak dampak positif yaitu mengurangi volume sampah ke TPA, mampu mengurangi bau dan kepadatan lalat di TPS sampah domestik, mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, dan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan bagi petugas. Selain itu, Ecocling ini mampu mengurangi biaya pengadaan desinfektan, mendorong efisiensi anggaran, serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengolahan sampah organik dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan implementasi Green Hospital yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Dari kedua inovasi tersebut, kita semua berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik yang mengedepankan kebutuhan pasien seseuai standar.
