Mencegah Depresi dan Cemas pada Penderita Diabetes

Penyandang Diabetes Mellitus apalagi yang sudah sampai pada mengalami kerusakan ginjal sehingga diharuskan cuci darah seumur hidup, sangat rentan mengalami stres. Stres ini disebabkan beberapa hal yang dialami penderita seperti rutinitas kegiatan sehari-hari yang berubah, harus kontrol rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan, harus minum obat rutin, ada pembatasan gaya hidup, menimbulkan masalah ekonomi karena tidak bisa bekerja, dan kekhawatiran akan perburukan penyakit atau kematian. Singkatnya, stres ini dapat berkembang menjadi depresi dan kemudian akan menyebabkan penurunan kualitas hidup.

Ini disampaikan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa dari RSUD Prambanan, dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ saat memberikan seminar kepada anggota Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) RSUD Prambanan yang didominasi para lansia di Lava Bantal, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Minggu (14/11/2021).

Menurut dr. Rina, umumnya orang tidak menyadari kalau dirinya sedang mengalami depresi. “Pasien tidak datang dengan keluhan saya depresi. Lazimnya mereka datang dengan keluhan mudah lelah, insomnia, nyeri tubuh, gejala gastrointestinal,” ungkap dokter spesialis kesehatan jiwa lulusan UNS ini.

Padahal, apabila tidak ditangani dengan baik stres akan memperburuk penyakit yang sudah diderita sebelumnya. Stres diketahui meningkatkan hormon stres dan zat peradangan di dalam tubuh yang kemudian mengakibatkan lambatnya penyembuhan luka, respon kurang terhadap pengobatan, dan menurunkan kekebalan tubuh.

dr. Rina memberikan tips untuk mengatasi stres ini. “Yang paling utama adalah menemukan sumber stres dan menerima kondisi dan realita, baru kemudian memiliki lingkungan sosial yang positif sebanyak mungkin, dan berbicara dengan orang yang bisa dipercaya,” kata dr. Rina.

Selain itu, juga penting untuk berkonsultasi dengan psikiater atau tenaga kesehatan jiwa terdekat. “Setiap orang berhak untuk bahagia. Karena itu jangan sungkan untuk konsultasi dengan profesional kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa ini akan meningkatkan kualitas hidup dan akan menunjang pemulihan kondisi fisik,” pungkas dr. Rina.

Hal lain yang juga penting dilakukan penderita adalah mengelola diabetes melitus dengan baik melalui mengkonsumsi makanan yang sehat, rajin kontrol dan minum obat rutin, mengikuti saran dokter, serta istirahat yang cukup dan berolahraga.

Seminar oleh dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD Prambanan, dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ