Analisis Timbulan Limbah B3 Infeksius Selama Pandemi Covid-19

Produksi limbah B3 selama pandemi Covid-19 di Indonesia meningkat sekitar 30%.  Limbah B3 Covid-19 adalah barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius atau kontak dengan pasien dan/atau petugas di Fasyankes yang menangani pasien Covid-19. Limbah B3 Covid-19 meliputi: masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, Alat Pelindung Diri bekas, sisa makanan pasien dan lain-lain, berasal dari kegiatan pelayanan di UGD, ruang isolasi, ruang ICU, ruang perawatan, dan ruang pelayanan lainnya.

Sumber timbulan limbah B3 Covid-19 ini berasal dari kegiatan pelayanan kesehatan dari penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19, limbah yang dihasilkan dari kegiatan pengambilan sampel dan kegiatan vaksinasi Covid-19. Prosedur pengelolaan limbah B3 covid-19 ini berbeda dengan limbah B3 infeksius lainnya karena sifat dan karakteristik limbahnya berbeda.

Timbulan limbah medis B3 pada saat terjadi pandemik Covid-19 berbeda-beda untuk setiap lokasi dan negara. Dari hasil studi literature timbulan limbah medis B3 di beberapa negara bervariasi antara <0,5-4 kg/tempat tidur/hari. (Jurnal Alami (e-ISSN: 2548-8635), Vol.4 No.2). Berdasarkan hasil studi literature timbulan limbah medis B3 Covid-19 di RSUD Prambanan masih dalam batas range  <0.5 – 4 kg/bed/hari yaitu 3,79 kg/bed/hari.

Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulan limbah medis diantaranya yaitu : tingkat hunian / Bor Occupation rate (BOR), jenis pelayanan Kesehatan, status social, ekonomi dan budaya pasien, letak geografis (Erlanda Fikri, 2019). Sedangkan komposisi limbah medis dipengaruhi oleh tipe rumah sakit, Outpatient per hari, total jumah tempat tidur (bed), jumlah tempat tidur (bed) untuk penyakit menular dan metode pengolahan limbah medis yang digunakan.

Peningkatan timbulan limbah medis B3 rumah sakit selama pandemi covid-19  secara signifikan disebabkan oleh : (Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana, Vol. 15, No. 1, Juni 2020)

  1. Penggunaan barang disposable (bahan habis pakai) juga semakin meningkat. Barang disposable (barang habis pakai) ini antara lain penggunaan APD (masker bekas, gaun medis bekas sekali pakai/hazmat, sarung tangan medis bekas (handscoen), pelindung kepala, pelindung sepatu, pelindung mata (google), pelindung wajah (face shield).
  2. Perawatan pada pasien covid-19 di isolasi penyakit menular akan menghasilkan timbulan limbah B3 medis lebih banyak, karena semua barang yang kontak dengan pasien covid-19 masuk ke dalam limbah B3 medis. Contohnya : bungkus makanan pasien dan sisa makanan pasien yang sudah kontak pasien berpotensi untuk menularkan penyakit.
  3. Kondisi pasien yang terkonfirmasi covid-19 dirumah sakit sebagian besar sudah dalam kondisi parah dan kritis. Kondisi pasien ini juga berpengaruh terhadap timbulan limbah B3 medis. Pasien dengan kondisi parah atau bed rest akan menyebabkan petugas juga sering melakukan tindakan ke pasien dan akan meningkatkan jumlah timbulan limbah B3 medis. ( Dwi Nartani)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*