RSUD Prambanan

~ SELAMAT DATANG DI RSUD PRAMBANAN ~

Keluarga berencana (KB) merupakan gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat sejahtera dengan membatasi kelahiran menggunakan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, IUD, implant dan lainnya. Keluarga Berencana sudah berdiri sejak tahun 1970 dan diakui oleh pemerintah.

Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norrma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya penambahan penduduk adalah tujuan utamanya. Selain itu keluarga berencana dilakukan dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu akibat empat T, yaitu hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, terlalu banyak jumlah anak (lebih dari 2). Dua anak lebih baik karena dapat mengoptimalkan ibu memberikan asah, asih dan asuhnya.

Pembatasan kelahiran pada keluarga berencana dapat menggunakan alat kontrasepsi, setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan serta keuntungan dan kerugian bagi penggunanya. Adapun beberapa jenis alat kontrasepsi antara lain :
1. Pil (biasa dan menyusui) yang mempunyai manfaat tidak menggangu hubungan seksual dan mudah dihentikan setiap saat. Resiko terhadap kesehatan sangat kecil, namun jika tidak teratur atau lupa minum pil akan menyebabkan kegagalan/hamil.
2. Suntikan ( 1 bulan dan 3 bulan) Suntikan 3 bulan dapat dipakai untuk pasien pasca persalinan karena tidak menggangu produksi ASI. Sebaliknya suntikan 1 bulan tidak boleh dipakai pada ibu menyusui. Alat kontrasepsi lebih mudah karena dilakukan tiap 1 bulan atau 3 bulan.
3. Implan (susuk), merupakan alat kontrasepsi yang digunakan di bawah kulit di bagian lengan tangan dapat digunakan selama 3 tahun. Dapat digunakan untuk pasien pasca persalinan karena tidak menggangu produksi ASI.
4. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) merupakan alat kontrasepsi yang di pasang di dalam rahim. Dapat dipasang langsung setelah persalinan maupun saat hari ke lima siklus menstruasi. Keuntungannya adalah efek samping sangat kecil, dapat digunakan selama 5-10 tahun tergantung jenis nya, kesuburan dapat segera kembali setelah AKDR di angkat.
5. Kondom, merupakan sarung karet yangh terbuat dari bahan lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Keuntungannya adalah tidak mengandung hormon sehingga efek samping sangat kecil hanya saja ada kemungkinan alergi dengan bahan kondom.
6. Tubektomi/ MOW (Metode Operasi Wanita) merupakan prosedur bedah mini yang dilakukan untuk memotong, mengikat, atau memasang cincin pada saluran tuba fallopi untuk menghentikan fertilisasi/kesuburan. Keuntungannyaa adalah tindakan hanya sekali dan tidak ada efek samping. kerugiannya adalah harus melalui prosedur bedah.

Rumah Sakit Umum Daerah Prambanan merupakan rumah sakit pemerintah yang ikut serta mensukseskan program Keluarga Berencana. Dengan dibentuknya Tim Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS) RSUD Prambanan sudah lebih fokus dalam memberikan pelayanan KB dari proses konseling yang bertujuan klien memahami dan mantap menggunakan alat kontrasepsi hingga pemasangan alat kontrasepsi yang dilakukan oleh ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Arsip

© 2018 RSUD Prambanan Sleman
Jl. Prambanan-Piyungan Km.7 Delegan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman YK
Telepon:
- 0274-4398356 (Informasi)
Email: rsud.prambanan@slemankab.go.id